Rabu, 25 Mei 2016

Tugas

Timothy Doner





Timothy Doner adalah seorang mahasiswa di universitas Harvard dan seorang poliglot yaitu orang yang dapat berbicara beragam bahasa. Dia mulai belajar beragam bahasa ketika berumur tiga belas tahun setelah beberapa tahun mempelajari bahasa Prancis dan bahasa Latin. Dia tertarik untuk mempelajari berbagai bahasa ketika berumur tiga belas tahun. Bahasa ibunya adalah bahasa Inggris karena dia lahir dan besar di Amerika Serikat. Bahasa asing yang pertama dipelajarinya adalah bahasa Prancis. Dia memulai belajar bahasa Prancis ketika berumur delapan tahun. Bahasa Latin juga dia pelajari ketika dia duduk di bangku sekolah kelas tujuh.
Istilah umum yang digunakan untuk menyebut orang dengan kemampuan berkomunikasi dengan banyak bahasa adalah polyglot. Poliglotisme adalah kemampuan menuturkan beberapa bahasa dengan sangat mahir. Belum ada kesepakatan mengenai berapa banyak bahasa yang harus dikuasai seseorang agar bisa disebut poliglot. Ada yang menetapkan empat atau lebih, karena penutur dua atau tiga bahasa biasanya disebut dwibahasa (bilingual) dan tribahasa (trilingual). Istilah multibahasa juga mirip dengan poliglot.
Salah satu hal yang membuatnya dikenal oleh banyak orang di berbagai negara adalah video yang diunggah olehnya pada channel youtubenya pada tahun 2012. Disana dia berbicara dua puluh bahasa termasuk bahasa Indonesia. Menurutnya kemampuannya dalam dua puluh bahasa itu beragam ada yang masih pemula, menengah, dan mahir. Video itu telah disaksikan sekitar tiga juta viewer pada tahun 2016. Di video itu juga dia menceritakan tentang pengalamannya ketika mempelajari bahasa – bahasa tersebut.
Timothy Doner tampil di berbagai acara televisi seperti dan pernah menjadi tamu di acara televisi dan radio dan menjadi subjek koran dan artikel online. Dia juga pernah tampil sebagai juru bicara pada acara Ted X, sekumpulan eksekutif Apple, dan di depan sekitar 25.000 audiens di Orlando, Fla.
Sebagian besar bahasa yang dapat dituturkan oleh Timothy Doner berasal dari tempat-tempat yang tidak begitu umum seperti Pashto (bahasa resmi Afghanistan) atau Swahili (lingua franca di sebagian besar daerah di Afrika Timur). Selain itu Tim dapat berbicara bahasa Yiddish karena kakek dan neneknya dapat berbicara sedikit.
Bahasa Prancis adalah bahasa asing pertama yang dia pelajari selain itu ada bahasa asing lain yang dia anggap sebagai bahasa asing kedua yang dapat dia tuturkan dengan lancar yaitu bahasa Ibrani. Dia tertarik dengan konflik Israel – Palestina. Dia ingin memahami lebih dari sekadar apa yang ditulis dan dikabarkan di media. Jadi dia mulai mendengarkan lagu hip – hop dalam bahasa Ibrani, menangkap kalimat pada lirik lagu dan mempelajari tata bahasa Ibrani. Waktu berjalan, kini Tim dapat memakai bahasa Ibrani dengan lancar. Dia pernah menegur pelanggan di restoran dengan bahasa Ibrani.

Seiring bertumbuhnya kemampuan dalam bahasa Ibrani, dia tertarik dengan bahasa lain yaitu bahasa Arab. Musim panas sebelum kelas sembilan, Doner menghadiri program bahasa Arab di Universitas Brigham Young di sebelah barat Amerika Serikat. Belajar Bahasa Arab lahir dari minatnya dalam bahasa Ibrani dan budaya dan sejarah Timur Tengah. Dari bahasa Arab, dia pergi ke aspek yang lain. Tim belajar di kelas bahasa Arab selama tiga minggu. Dia belajar bahasa Arab formal pada pagi hari dan sedikit bahasa Arab Mesir pada sore hari. Dia belajar budaya Arab dan alfabet arab. Pada program itu ada pengajar dari berbagai negara Arab seperti Mesir, Aljazair, Maroko, Suriah, dan lain – lain. Setelah kembali ke New York, dia belajar bahasa Arab secara privat dengan pengajar dari Mesir. 


Keberanian beliau?
Berawal dari keinginan untuk mempelajari beragam bahasa, Tim belajar baik di kelas maupun belajar sendiri. Dia juga tidak segan untuk menyapa orang di jalan yang merupakan penutur asli bahasa yang sedang Tim pelajari. Ketika di dalam kereta, dia pernah melihat beberapa orang sedang bicara dengan bahasa Persia. Tim tidak segan untuk mendatangi mereka dan berbicara dengan mereka dengan bahasa Persia. Dia tidak takut untuk mencoba berbicara dengan orang lain, melatih kemampuan bahasanya. Walaupun dia juga pernah membuat kesalahan ketika berbicara, hal itu bukan menjadi penghalang untuk terus melatih kemampuan bicara bahasa asing.
Tim senang berbicara dengan topik apapun. Dia mencoba bicara dengan orang – orang dengan berbagai etnis dan budaya untuk memahami pandangan mereka terhadap sesuatu dan menggunakan kemampuan bahasanya. Walaupun sering menggunakan bahasa Inggris, tetapi poin yang dicapai adalah memahami orang – orang dan mendapat eksposur. Dia tidak bicara bahasa Urdu dengan fasih tetapi dengan latihan dan berkomunikasi, dia bisa mendapatkan kosa kata baru.
Berjalan di kota New York, Tim sering melihat papan iklan bahasa Tionghoa atau Spanyol, toko buku bahasa Rusia, restoran India, pemandian umum Turki, dan sebagainya. New York adalah salah satu kota yang mana ada banyak budaya dari penjuru dunia sehingga ada banyak bahasa yang dapat terdengar. Tim menggunakan kesempatan itu untuk berbicara dengan banyak orang dengan bekal kemampuan bahasanya, kosa kata yang terbatas, dan tekad yang kuat. Dia mengatakan bahwa dia sering salah mengucapkan kata atau pengucapan yang bisa saja membuatnya malu di depan orang – orang. Namun, Tim menikmati saat – saat itu karena dia suka berbicara dengan orang lain.
Tim datang ke restoran Arab dan mendatangi orang Arab disana yang sedang menikmati hookah. Hookah di Indonesia lebih sering disebut dengan shisha. Hookah adalah suatu pipa air yang digunakan untuk menghisap tembakau melalui air dingin. Nikotin dipanaskan di dalam wadah seperti mangkok yang terletak di bagian atas hookah dan asapnya disaring melalui air di bagian bawah hookah. Nama lain hookah antara lain water pipe, goza, hubble-bubble, borry, archile dan narghile. Karena ketertarikannya dengan budaya timur tengah, Tim mengajak bicara orang – orang tersebut terkait bagaimana hubungan orang muslim dengan orang kristen di negara Arab.
Ketika naik taksi, Tim berbicara dengan supir yang merupakan penutur bahasa Prancis. Tim membuat kaget supir ketika dia tahu bahwa Tim dapat berkomunikasi dengan dua puluh bahasa. Tim juga datang ke toko buku dan berbicara dengan bahasa Urdu di sana. Walaupun Tim belum bisa berkomunikasi dengan fasih dan menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Urdu, dia mendapatkan kosa kata baru. Tim datang ke tempat – tempat lain untuk melatih kemampuan bicaranya.

Hidup di daerah dengan beragam bahasa yang dapat didengar membuat Tim dapat bertemu dengan banyak orang baru setiap hari, baik di dalam kereta, taksi, bis, di toko buku, restoran, toko peralatan elektronik, toko musik, film, bioskop, dan di tempat – tempat umum lainnya. Keberaniannya untuk mendatangi orang – orang untuk sekadar berkomunikasi membuat kemampuannya semakin terasah.



Imajinasi beliau?
Tim menyadari bahwa ada keterkaitan antara budaya dengan bahasa. Untuk memahami orang – orang dengan latar belakang yang berbeda, seseorang perlu memahami apa pandangan mereka terhadap sesuatu yaitu dengan memahami bahasa yang mereka pakai. Itu yang Tim ingin dicapai oleh Tim yaitu dengan memahami orang – orang dengan latar belakang yang berbeda.
Arti dari bahasa tertentu mewakili budaya dari kelompok sosial tertentu. Untuk berinteraksi dengan bahasa berarti untuk melakukannya dengan budaya yang titik referensi. Kita tidak bisa memahami budaya tanpa memiliki akses langsung ke bahasa nya karena hubungan intim mereka. Belajar bahasa, oleh karena itu, tidak hanya belajar abjad, makna, aturan tata bahasa dan susunan kata-kata, tetapi juga belajar perilaku masyarakat dan adat budaya.
Komunikasi manusia itu kompleks, karena pesan disampaikan melalui bahasa sehingga komunikasi dengan orang-orang dari masyarakat atau kelompok etnis lain dapat terjadi kesalahpahaman, jika budaya diabaikan. Tumbuh di masyarakat tertentu, kita informal belajar bagaimana menggunakan gerak tubuh, tatapan, sedikit perubahan dalam nada atau suara, dan perangkat komunikasi tambahan lain untuk mengubah atau untuk menekankan apa yang kita katakan dan lakukan. Kita belajar teknik-teknik khusus budaya ini selama bertahun-tahun, sebagian besar dengan mengamati dan meniru.
Masalahnya terletak pada apa yang terjadi ketika interaksi lintas budaya berlangsung, yaitu, ketika produser pesan dan penerima pesan berasal dari budaya yang berbeda. Kontak antara budaya meningkat dan komunikasi antar budaya sangat penting bagi siapa pun yang ingin bergaul dengan dan memahami orang-orang yang keyakinan dan latar belakang mungkin sangat berbeda dari mereka sendiri.
Bahasa dapat menandai identitas budaya, tetapi juga digunakan untuk merujuk kepada fenomena lain dan merujuk melampaui dirinya sendiri, terutama ketika pembicara tertentu menggunakannya untuk menjelaskan maksud. Sebuah poin bahasa tertentu dengan budaya dari kelompok sosial tertentu. Oleh karena itu kita dapat menganggap bahwa pembelajaran bahasa adalah belajar budaya, sehingga pengajaran bahasa adalah ajaran budaya karena saling ketergantungan bahasa dan pembelajaran budaya.
Ada keterkaitan antara bahasa dengan budaya dan bahasa dengan pikiran. Contohnya seperti yang diulas oleh Tim pada acara Ted X yaitu budaya taarof. Taarof yaitu budaya yang mana dua orang saling berbicara dan keduanya mencoba untuk bertingkah lebih rendah hari daripada yang lain. Salah satu contoh dari taaruf bisa digambarkan adalah pemberian undangan dan jasa di masa depan yang menjanjikan terutama untuk orang asing atau kerabat jauh dan mengharapkan mereka untuk tidak mengambil tawaran itu dan tetap menolaknya. Seorang penjaga toko awalnya mungkin menolak untuk menawarkan harga suatu barang, menunjukkan bahwa barang itu tidak berharga ("ghaabel nadaareh"). Taarof mewajibkan pelanggan untuk bersikeras membayar, mungkin beberapa kali (tiga kali), sebelum pemilik toko akhirnya memberitahukan harga dan negosiasi yang nyata dapat dimulai.
Untuk ungkapan terima kasih misalnya orang Iran sering mengucapkan “gharbanet beram” yang secara literal artinya semoga aku mengorbankan hidupku untukmu. Hal itu terdengar puitis namun itu adalah sesuatu yang seseorang harus pahami tentang budaya mereka.



Senang beliau?
Sebagai seorang polyglot yang dapat berbicara banyak bahasa, Tim memiliki passion yang besar untuk mempelajari bahasa – bahasa. Senang adalah salah satu kunci untuk mempelajari sesuatu dengan lebih baik. Sama halnya dengan rasa senang sesama teman. Jika dari awal sudah menanamkan rasa senang di dalam hati, rasa antusias akan muncul ketika belajar banyak bahasa. Dengan antusiasme dan rasa senang itu, pelajaran akan semakin mudah masuk ke dalam memori. Berbeda halnya jika di dalam diri tidak timbul rasa senang. Baik bahasa asing yang berada di dalam lirik lagu hingga berita atau film kartun yang menggunakan bahasa asing. Bertemu dengan orang asing (native speaker) pun akan menjauh karena berdekatan dengan mereka akan menimbulkan rasa enggan karena perbedaan bahasa tidak bisa saling berbicara. Rasa enggan belajar semakin mendukung untuk sulit mahir bahasa asing.
Ada beberapa bahasa yang Tim pelajari secara otodidak. Dia telah memiliki instruksi formal hanya dalam bahasa Arab, Persia, Perancis, Mandarin dan sedikit bahasa Jepang, Ibrani dan Swahili. Orang lain (seperti Rusia, bahasa keras dia berbicara dengan nyaman) adalah otodidak. Dia berusaha keluar kesempatan untuk berlatih bahasa yang kurang umum, seperti Ojibwe dan Wolof, di Skype, dan menemukan banyak sopir taksi New York untuk berbicara Hausa.
Dia senang menghafal lirik pop dan menonton film. Dia hampir mendiami bahasa dia berbicara; sebagai kolega mengatakan melihat videonya, "ia mengangkat bahu seperti Prancis dan mengerutkan kening seperti Rusia." Kebanyakan dari semua, itu jelas berapa banyak ia menikmati berbicara bahasa dengan orang lain, tidak hanya belajar mereka untuk tujuan terjemahan atau membaca (atau membual).
Dia mencintai sejarah, motivator besar dalam belajar bahasa nya. motivasi Doner untuk studi ekstensif ini bervariasi dari bahasa ke bahasa, tetapi fokus menyeluruh nya adalah budaya. Setelah video yang dia rekam pada tahun 2012 ditayangkan di youtube, dia memiliki banyak kesempatan untuk bertemu banyak orang yang berbeda dan dia masuk ke dalam berita baik televisi maupun koran. Dia sering mendapat pesan di media facebook, youtube, dan paltform lainnya. Selain itu Tim mendapat banyak pertanyaan dari banyak orang. Pertanyaan itu seputar bagaimana Tim belajar bahasa, bisakah Tim mengajari bahasa Inggris, atau pertanyaan lain yang spesifik seperti bisakah Tim menjelaskan ini atau bisakah Tim menjelaskan bagaimana cara mengucapkan ini atau itu.
Tim lebih suka berbicara tentang latar belakang budaya dan interaksi bahasa dan ketika diberi kesempatan untuk menjelaskan bahwa ia menganggap dirinya fasih berbahasa sekitar lima atau enam bahasa yaitu bahasa Perancis, Persia, Arab, Ibrani, dan Jerman. Dia dengan rendah hati menjelaskan bahwa dia akrab, fasih, atau terlibat dalam sekitar lima belas lebih, mulai dari Indonesia dan Pashto, Ojibwe yaitu bahasa asli Amerika, dan beberapa bahasa Afrika termasuk Afrika Xhosa Selatan, yang dia pillih terutama "karena klik. "
Sebelum belajar bahasa apapun, pahami motivasi untuk belajar. Jika belajar untuk kemajuan karir atau untuk mendapatkan nilai yang baik di sekolah, kemungkinan tidak akan menjadi sangat baik dalam hal itu. Alasan mengapa Tim dijemput Ojibwe (bahasa penduduk asli Amerika) karena dia berkata bahwa Ojibwe tidak seperti apa yang pernah dia dengar  dan alasan mengapa ia mengambil Farsi karena ia terpesona oleh keindahan puisi Persia . Putuskan apa yang tulus, motivasi sejati adalah mempelajari bahasa,motivasi untuk melampaui tantangan - tantangan.
Aksi beliau?
Tim mulai mempelajari bahasa pada usia tiga belas. Dia tertarik dengan Timur Tengah dan mulai belajar bahasa Ibrani sendiri namun untuk beberapa alasan dia masih tidak mengerti. Dia kecanduan kelompok funk Israel Hadag Nachash, dan mendengarkan album yang sama setiap pagi. Pada akhir bulan, Tim telah hafal sekitar dua puluh lagu mereka – meskipun dia tidak tahu apa yang mereka maksud. Tapi setelah belajar terjemahannya hampir seolah-olah dia telah mengunduh kamus ke kepala. Sekarang dia tahu beberapa ratus kata bahasa Ibrani dan frase bahkan dia tidak harus membuka buku pelajaran. Tim lalu bereksperimen. Dia menghabiskan berjam-jam berjalan di sekitar lingkungan New York City, mengunjungi kafe Israel untuk menguping percakapan orang. Kadang-kadang dia memberanikan diri untuk memperkenalkan diri, menata ulang semua lirik lagu di kepala hingga menjadi kalimat baru, canggung dan kadang-kadang benar. Ternyata, hal itu mengarah kepada sesuatu.
Setelah cukup belajar bahasa Ibrani, Tim pindah ke bahasa Arab. Tim menghadiri program bahasa Arab di Universitas Brigham Young di sebelah barat Amerika Serikat. Tim belajar di kelas bahasa Arab selama tiga minggu. Dia mempelajari dasar bahasa Arab formal dan salah satu dialek yaitu bahasa Arab Mesir. Tim tahu bahwa dia dapat belajar bahasa – bahasa sebagai hobi. Setelah kembali ke New York, dia belajar bahasa Arab secara privat dengan pengajar dari Mesir dan setiap minggu mengobrol melalui aplikasi Skype. Selain itu, Tim belajar setiap pagi dengan membaca berita utama dengan kamus dan dengan berbicara dengan pedagang kaki lima. Tim juga datang ke restoran Arab untuk latihan bahasa Arab.
Setelah itu Persia, Rusia, Mandarin dan sebagainya. Tim mempelajari lebih banyak bahasa dengan buku tata bahasa, melihat acara televisi, berbicara dengan penutur asli. Tim juga merekam dirinya ketika berbicara beberapa bahasa yang dia pelajari, memberi subtitle, dan mengunggah ke youtube. Pada hari biasa, Tim menggunakan Skype dengan teman-teman dari negara lain seperti Perancis dan Turki, mendengarkan musik pop Hindi selama satu jam dan makan malam dengan sebuah buku Yunani atau Latin di depan laptop. Bahasa menjadi obsesi, salah satu yang saya kejar di kelas musim panas, sekolah, forum web dan pertemuan bahasa atau meet-up di sekitar kota.
Salah satu teknik yang dipakai oleh Tim adalah Method of Loci atau secara teknis Locurum yaitu teknik yang memakai mnemonic atau jembatan keledai. Ilustrasinya adalah seseorang ingin menghafal delapan kata bahasa Spanyol. Kata – kata itu diambil dan mengintegrasikannya ke dalam memori spasial. Seseorang berada di taman. Dia menutup mata sambil membayangkan dia berada di taman itu. Dia berjalan menyusuri taman, berjalan adalah caminar, lalu belok dan duduk di bangku taman, duduk adalah sentarse. Berjalan ke arah penjual es dan membeli es untuk diminum, jual adalah vender, beli adalah comprar dan minum adalah beber. Dia bisa melihat ada seorang wanita menyanyi, nyanyi adalah cantar. Tiba -  tiba hujan turun sehingga dia berlari ke arah gedung, lari adalah correr. Di seberang gedung ada penjual kebab dan dia merasa lapar. Dia membeli kebab lalu dimakan. Makan adalah comer. Teknik itu membuat Tim dapat menghafal sesuatu lebih baik.
Teknik lain yang dipakai Tim untuk menghafal kosa kata yaitu dengan menghafal beberapa kata yang dapat membuatnya ingat dengan kata yang lain. Bisa dari kata – kata yang tidak berhubungan seperti archivo (arsip), arroz (nasi), arte (seni). Ketiga kata itu berawalan ar yang bersuara sama pada awal pengucapan. Ketika seseorang mendengar kata archivo, dia akan mengingat dua kata selanjutnya. Kata – kata yang berhubungan seperti mentir (berbohong), mentira (kebohongan), mentiroso (pembohong). Tim lebih mudah menghafalkan kosa kata dengan bunyi yang mirip seperti itu.
Secara umum Tim mencoba banyak mendengar sebisanya, melihat hal – hal baru seperti berita, mendengar program acara di televisi seperti berita, musik, serial televisi dan lain sebagainya. Tim membuat senyaman dan senormal mungkin. Tim belajar dengan metode yang dia anggap rileks dan nyaman dan dia suka melakukan sesuatu dengan menghubungkan bahasa ke dalamnya seperti membaca koran dengan bahasa yang berbeda pada satu hari. Ketika dia bepergian ke negara lain dan bertemu dengan sesama polyglot, percakapan campur bahasa juga bisa terjadi. Tim pernah berbicara bahasa Inggris yang dicampur dengan bahasa Jerman dan Belanda atau bahasa Arab dengan Turki. Untuk saat ini Tim kemungkinan sudah belajar lebih banyak bahasa sejak video itu diunggah ke youtube. Bahasa – bahasa yang baru – baru ini dia pelajari adalah bahasa Amharic dan Vietnam. Kemungkinan dia akan mempelajari lebih banyak bahasa di masa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar